Di Vietnam, meskipun lembaga pendidikan dan Pemerintah telah berfokus pada pelaksanaan rencana transformasi digital, masih terdapat banyak kekurangan dan tantangan. Menurut Menteri Pendidikan dan Pelatihan Vietnam, Nguyen Kim Son, “Dalam periode normal baru, banyak sekolah berisiko kembali ke metode pengajaran tradisional seperti sebelumnya. Ini adalah konsekuensi yang tak terhindarkan ketika upaya selama pandemi hanya merupakan peralihan dari komunikasi tatap muka ke daring, tanpa didukung oleh kondisi infrastruktur yang memadai serta perubahan pola pikir pedagogis dan manajemen.”
Apa itu transformasi digital di sektor pendidikan?
Transformasi digital di bidang pendidikan adalah penerapan solusi teknologi secara menyeluruh dalam manajemen dan inovasi metode pengajaran untuk meningkatkan pengalaman peserta didik, sekaligus membantu organisasi pendidikan beroperasi lebih efisien dan terstruktur.
Secara umum, transformasi digital di sektor pendidikan berfokus pada tiga bidang utama:
- Inovasi metode pengajaran: e-learning, pelatihan realitas virtual, kelas pintar, dan sebagainya.
- Manajemen pendidikan: alat operasional dan administratif (manajemen dokumen, aset, pencarian informasi, dll.)
- Teknologi di ruang kelas: peningkatan alat dan fasilitas pengajaran.
Dengan demikian, transformasi digital di bidang pendidikan bukan hanya tentang mengubah metode mengajar dan belajar. Cakupannya sangat luas, karena teknologi perlu diintegrasikan dan dihubungkan secara menyeluruh ke seluruh proses manajemen dan operasional organisasi. Jika diterapkan dengan baik, ini akan menjadi langkah transformatif yang mengubah pola pikir manajemen pendidikan, membuat pengajaran lebih mudah dan pembelajaran lebih berkualitas.
Manfaat transformasi digital bagi sektor pendidikan
Bagi sektor pendidikan, transformasi digital membawa banyak manfaat praktis bagi unit pelatihan, guru, dan peserta didik baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, secara spesifik:
1. Akses pengetahuan yang lebih luas
Perkembangan sistem pelatihan daring (e-Learning) dan alat konten digital telah memudahkan peserta didik untuk mengakses kursus dan sumber pengetahuan. Berkat metode inovatif ini, proses pembelajaran tetap lancar dan tidak terputus bahkan selama pembatasan sosial pada masa pandemi Covid-19.
Alih-alih pergi ke sekolah, siswa dan guru saat ini dapat secara proaktif memilih belajar daring tanpa dibatasi oleh waktu atau lokasi. Di mana pun Anda berada—daerah terpencil atau luar negeri—Anda dapat mengikuti kursus yang diminati, asalkan memiliki koneksi Internet yang stabil. Selain itu, perangkat lunak teknologi seperti text-to-speech juga membantu menghilangkan hambatan dalam mengakses materi pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus.
2. Interaksi meningkat, kualitas pelatihan membaik
Dengan inovasi dan penerapan metode pengajaran modern, model kelas pintar telah diperkenalkan untuk meningkatkan koneksi dan interaksi antara guru dan siswa.
Kuliah dan sesi laboratorium juga menjadi kurang monoton karena sekolah menggunakan perangkat lunak pendukung pengajaran seperti sistem laboratorium virtual, teknologi realitas virtual (VR), dan sebagainya. Hal ini menciptakan antusiasme, meningkatkan daya ingat pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan eksperimental bagi peserta didik.
3. Efisiensi manajemen meningkat
Penerapan solusi perangkat lunak manajemen telah membantu banyak unit pelatihan meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan, serta merampingkan operasinya.
Sebagai contoh, pusat dan sekolah dapat menerapkan teknologi untuk mengelola jumlah peralatan dan fasilitas dengan mudah dan akurat, mengelola notifikasi, dokumen masuk/keluar, atau absensi, penjadwalan shift, serta manajemen data staf, guru, dan siswa, dan sebagainya. Hasilnya, kinerja dan kualitas kerja di bagian administrasi dan pelatihan meningkat.
4. Optimasi biaya operasional
Salah satu manfaat digitalisasi yang tak terbantahkan, di industri apa pun, adalah pengurangan beban kerja administratif dan penghematan biaya operasional yang signifikan, sambil tetap menjaga kinerja dasar.
Digitalisasi proses memungkinkan guru, departemen, siswa, dan orang tua untuk bertukar informasi, mengelola, dan berkolaborasi dengan mudah dan cepat. Bekerja di lingkungan digital menghemat waktu, menghilangkan tugas yang tidak perlu, dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja, sehingga unit pelatihan dapat mengoptimalkan biaya operasional.